close

Cara Mengatasi Stress Pekerjaan

IMG-20170717-WA0019

TANYAAPA.CO – Rutinitas pekerjaan yang dilakukan sehari-hari bisa membuat diri anda menjadi lelah. Kelelahan yang tidak kunjung terobati bisa berdampak stress. Kalau sudah stress, apapun yang anda lakukan tidak akan berjalan dengan baik.

Kenapa sih kita bisa stress karena pekerjaan?

Hal itu bisa saja terjadi karena banyak hal. Bisa saja karena anda melakukan jenis pekerjaan yang terus-menerus dan berulang, dalam kurun waktu tertentu tanpa istirahat, tanpa variasi pekerjaan, bekerjasama dengan orang yang sama, tidak ada penyemangat, hari-hari yang monoton, tidak ada yang menarik, anda sudah mengalami kejenuhan, pekerjaan dan teman sejawat yang tidak sesuai harapan, penghasilan yang jauh dari standar yang anda inginkan, jauh dari sang Pencipta, dan banyak hal rumit lainnya yang hanya anda yang tahu inti permasalahan tersebut.

Akumulasi dari hal-hal seperti itulah yang membuat psikis dan fisik anda menjadi lelah, lelah tak berkesudahan, dan sepertinya lelah tanpa alasan yang jelas, lalu pada akhirnya menjadi stress.

Bagaimana bila stress sudah menimpa?
Bersyukurlah bila anda masih bisa menyadari kalau anda sedang mengalami stress. Karena bila tingkat stress anda sudah akut, biasanya anda merasa normal-normal saja, tapi ternyata berperilaku di luar wajar, ups!

Mungkin anda bisa melakukan 7 hal di bawah ini untuk mengatasi stress yang anda alami.

1. Istirahatkanlah diri anda
Bila memungkinkan, ajukan cuti beberapa hari untuk merefresh diri anda dengan berlibur ke suatu tempat yang anda inginkan. Bisa seorang diri atau bersama orang yang anda sayangi, anda bebas menentukan. Kalau jatah cuti anda sudah habis, pastikan anda bekerja tanpa lembur untuk seminggu ke depan. Tidak membawa pekerjaan ke rumah. Setelah selesai bekerja segera pulang ke rumah, membersihkan diri, dan beristirahat. Bila keseharian anda sudah teratur dengan jadwal istirahat yang tetap, fisik anda akan fit kembali.

2. Lakukan hal yang anda sukai
Pindah bekerja! Tapi kenyataannya tidak semudah itu. Memang tidak semua pekerjaan sesuai dengan bidang yang kita minati. Kalau tidak memungkinkan untuk pindah, anda bisa melakukan hal yang anda sukai di waktu luang. Pastikan hal tersebut benar-benar anda sukai. Anda bisa mengetahuinya saat menggeluti “sesuatu” itu anda akan merasa senang, nyaman, anda bisa sampai lupa waktu dan tidak sayang mengeluarkan uang lebih untuk hal tersebut. Seperti ketertarikan pada otomotif, pertukangan, kuliner, menjahit, memelihara binatang, menjadi kolektor, merawat tanaman, menulis cerita, melukis, mendaki gunung, berwisata dan lain-lain. Pastikan hal yang anda sukai itu positif dan tidak berdampak buruk pada diri anda maupun orang lain. Anda bisa ikut dalam suatu kelompok yang menyukai hal yang sama. Bila sudah rutin dan menjadi hobi, sebaiknya anda lakukan di waktu libur saja, sehingga waktu efektif kerja anda tidak terganggu.

3. Berkomunikasi sehat
Banyak para pekerja aktif yang tidak menyadari pentingnya komunikasi yang sehat. Maksudnya? Manusia adalah makhluk sosial, butuh berkomunikasi, berinteraksi dan sosialisasi. Kalau hidup anda hanya berkutat pada pekerjaan dan tinggal menyendiri, tidak butuh waktu lama, stress akan menyerang anda.
Tidak semua atasan memperlakukan karyawannya sebagai teman. Apalagi saat pulang ke rumah tidak ada pasangan yang menyambut dengan sukacita, tidak ada suara renyah anak-anak yang menghibur hati. Bila anda merasakan kekosongan itu, segeralah menikah.

Lain hal bila anda membenci sebuah komitmen, entah pernah mengalami kegagalan atau memang enggan berkomitmen. Pasangan bisa jadi menjadi musibah untuk anda, dan anda lebih nyaman tinggal sendiri. Itu keputusan anda, tetapi anda tetap manusia yang diciptakan sebagai makhluk sosial.

Tetaplah berkomunikasi secara baik dengan sekitar, tetangga misalnya, tukang parkir, penjual makanan, satpam perumahan, petugas kebersihan, supir anda, penjaga laundry dan siapapun yang anda temui.

Yang terpenting adalah senantiasa berkomunikasi dengan orangtua anda. Anda bisa menelepon atau temuilah dan bertatap muka sesering mungkin dengan mereka, karena kita butuh berbicara dan bercengkerama dengan orang-orang yang menyayangi kita.

4. Tuliskan keinginan anda
Apa saja yang anda inginkan? Segera tulis! Hal yang lumrah bila manusia memiliki banyak keinginan dalam pekerjaan. Stress bisa saja datang karena keinginan yang tidak tercapai, padahal anda sangat ingin mendapatkannya.
Setelah anda menuliskannya, urutkan prioritas dan kemungkinan untuk mencapainya. Jangan terlalu menekan diri sendiri. Berusaha logis dengan situasi pekerjaan yang anda jalani sekarang. Bila mungkin, segera raih. Iringi dengan doa dan usaha yang sesuai ya!

5. Mencari penyemangat
Dalam mencapai keinginan, mungkin anda butuh penyemangat. Bisa saja anda mengajukannya pada atasan anda, atau anda sendiri yang memberi reward pada setiap pencapaian yang sudah diraih.
Hal ini bisa mengalihkan kelelahan dari pekerjaan menjadi semangat bekerja.

6. Bekerja dengan Positif
Bila profesi anda saat ini bukanlah pekerjaan yang baik, maka segeralah cari bidang lain sebagai sumber penghidupan. Karena manusia memiliki fitrah untuk selalu baik, dan akan merasa tidak nyaman bahkan stress saat melakukan hal yang secara moral dan sosial dianggap melenceng.

Tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi baik. Bekerja dengan positif akan menghasilkan keberkahan yang tidak terkira, hati yang tenang dan tubuh yang sehat adalah perwujudannya. Jangan ragu untuk selalu menjadi orang baik.

7. Perbaiki Ibadah
Sebenarnya ini poin terpenting dalam hidup manusia. Tapi sering terlupa dan bila sudah terpuruk biasanya baru tersadar “Oh iya, saya selama ini..”.
Tuhan lah yang menciptakan kita, sudah semestinya kita kembalikan semuanya kepadaNya. Segala rasa dan asa makin tak terkendali bila kita tidak mengandalkanNya dalam setiap titik kehidupan yang kita jalani.

Bila ibadah kita semakin kendur, tidak menjadikan ibadah sebagai kebutuhan, terpaksa dan terburu-buru dalam melaksanakannya, makin lama makin menyepelekan, lalu menjadi tidak melakukan sama sekali. Ya, anda tinggal menunggu stress itu datang.

Kok bisa sih, lalai ibadah malah menjadi stress dalam bekerja?

Setiap manusia mempunyai bilik spiritual di hatinya. Bila makin kosong dan tidak pernah disemai, lama-lama akan kering, menjadikan hatinya hampa, mudah putus asa, sering kecewa, tidak puas dan sepi. Lambat laun hidupnya akan semakin tidak berarti dan stress dalam berbagai hal, termasuk pekerjaan.
Hal itu bisa diatasi dengan mendekatkan diri kepada Pemilik kehidupan ini.

Dengan beribadah yang baik dan sungguh-sungguh, kelak ketenangan batin akan tercapai, sehingga memudahkan setiap individu dalam menjalankan kehidupannya, termasuk jauh dari stress bekerja.

Always Positive! ~

Penulis : R.A.Putri

Leave a Response