close

Pindah Venue, ‘JogjaROCKKarta’ Digelar Hari Ini dan Besok!

oy0tlme9z0h85earcnhk
Foto: Dream Theater via Facebook

Bandung Bondowoso. Istilah tersebut relevan untuk menggambarkan apa yang dilakukan oleh Anas Syahrul Alimi. CEO Rajawali Indonesia Communication, yang menjadi promotor gelaran JogjaRockarta, ini memutuskan untuk memindahkan venue konser Dream Theater hanya dua hari menjelang konser digelar.

Anas bahkan mengaku memutuskan untuk memindahkan konser bertaraf internasional ini saat persiapan di prambanan sudah 70 persen. Belum lagi, pindahan ini juga dilakukan di tengah guyuran hujan.

“Kami tak ingin ada polemik yang berpotensi menjadikan nama Yogya dan Indonesia buruk di mata internasional. Akhirnya dengan sangat dilematis, saya putuskan pindah lagi ke Kridosono yang minim konflik. Keputusan tersebut saya ambil sekitar pukul 15.00 saat persiapan di Prambanan sudah 70 persen,” kata Anas.

Kepada Tribun Jogja, Anas mengaku sangat terbantu dengan tim dan juga vendor yang ambil bagian dalam gawe besar ini. Menurutnya, timnya di Rajawali dan juga vendor yang terlibat di konser Dream Theater ini sangat mendukung keputusannya.

“Alhamdulillah, tim kami luar biasa dan para vendor yang terlibat juga mendukung keputusan ini. Saya yakin meski harus pindah semua akan sesuai dengan rencana awal, yang beda hanya lokasinya saja,” imbuh Anas.

Seperti diketahui, konser Dream Theater ini awalnya memang akan digelar di Stadion Kridosono. Saat itu Anas memang berupaya memperoleh izin bisa menggelar konser tersebut di Prambanan. Dengan berbagai upaya, akhirnya Rajawali Indonesia Communication berhasil memperoleh izin prinsip menggelar konser di Prambanan.

Dream Theater

Animo publik terhadap konser ini bahkan memaksa penyelenggara memperpanjang konser yang awalnya cuma sehari akhirnya digelar dua kali. Namun dua hari menjelang konser digelar, venue akhirnya dipindah lagi ke Kridosono seperti rencana awal.

“Kami tidak trauma. Ini adalah bagian dari dinamika yang harus kami lalui,” kata Anas.

Sebagaimana diketetahui konser bertajuk JogjaRockarta, yang akan menghadirkan Dream Theater, grup rock asal New York Amerika yang digelar di Prambanan ini mendapat protes dari Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI).

IAAI mengeluarkan pernyataan sikap terkait dengan penyelenggaraan Jogjarockarta International Rock Music Festival 2017 yang akan menghadirkan band rock asal Amerika Serikat, Dream Theater. IAAI menyampaikan protes keras terhadap konser yang akan digelar di halaman Candi Prambanan ini.

IAAI juga mendesak agar instansi pemerintah dan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko sebagai pengelola halaman dua candi Pramabanan untuk meninjau kembali izin yang sudah dikeluarkan. Selain juga menyarankan agar Rajawali Indonesia Communication sebagai pihak penyelenggara memindahkan lokasi konser.

Keberatan IAAI tersebut didasarkan atas sejumlah pertimbangan yang di antaranya adalah lokasi konser merupakan situs warisan budaya yang sudah diakui UNESCO.

Selain itu, Prambanan juga merupakan situs agama yang memiliki nilai sakral bagi umat Hindu. Sedangkan halaman dua di mana tempat diadakan pagelaran termasuk wilayah suci karena masih masuk lingkup pagar candi.

Alasan lain yang disampaikan adalah, dari hasil kajian Tim Balai Konservasi Borobudur atas Konser Prambanan Jazz 20-21 Agustus 2017 dapat disimpulkan bahwa tingkat kebisingan sudah  melebihi ambang batas yang sudah ditentukan karena di atas 60 dB.

Tingkat getaran 0,04 mm/detik, sementara ambang batas untuk getaran bangunan kuno/bersejarah sebesar 2 mm/detik yang dapat menghasilkan efek merusak pada struktur ikatan batu-batu candi apabila digelar musik rock.

Dari pertimbangan tersebut IAAI menyampaikan protes keras atas penyelenggaraan Jogjarockarta International Rock Music Festival 2017 di halaman kedua Kompleks Candi Prambanan.

https://www.instagram.com/rajawaliindonesiacomm

Selain itu, IAAI juga mendesak agar instansi pemerintah dan PT Taman Wisata Candi Borobudur,  Prambanan, dan Ratu Boko sebagai pengelola halaman dua Candi Prambanan  meninjau kembali izin penyelenggaraan kegiatan yang telah dikeluarkan.

Meski harus memindahkan lokasi konser yang tentunya juga memiliki konsekuensi biaya yang tidak sedikit, Anas mengaku tidak kecewa apalagi trauma. Menurut Anas, apa yang terjadi dalam persiapan konser Dream Theater ini adalah bagian dari dinamika.

Anas juga menjelaskan bahwa sejak awal ia memang ingin menggelar konser tersebut di Prambanan.

Bukan tanpa alasan, ia ingin konser tersebut juga memberikan pesan kepada dunia internasional bahwa ada venue yang cantik di Indonesia, khususnya Yogyakarta, yaitu Candi Prambanan.

“Ya awalnya memang kami ingin gelaran konser ini di Prambanan sebagai bentuk promosi wisata ke dunia internasional. Namun dinamika yang terjadi saat ini kami memutuskan untuk memindahkan konser tersebut ke Kridosono,” kata Anas.

Apakah Anas kecewa? Menurutnya dengan hadirnya Dream Theater ke Yogya sudah memberikan pesan yang luar biasa bagi dunia internasioanal terhadap Indonesia dan Yogyakarta.

“Saya kira konser tersebut sudah memberikan pesan yang kuat bahwa Indonesia tidak hanya Indonesia, tapi ada Yogyakarta yang aman. Silahkan datang, silahkan berinvestasi di sini aman,” kata Anas.

Godbless saat jumpa pers festival musik Rock (Foto: Munady Widjaja/kumparan)

Dream Theater ditemani God Bless, Power Metal, Death Vomit, dan Kelompok Penerbang Roket, Burgerkill, Deadsquad, Roxx, dan Something Wrong akan mengguncang Festival “JogjaROCKarta” pada hari ini dan besok 29 – 30 September 2017 di Stadion Kridosono. (tribunjogja.com)

 

 

Leave a Response