close

Tung Desem Waringin,  Memulai Revolusi Pendidikan dengan Peluncuran Buku ” Life Revolution”

IMG-20180607-WA0039

Setelah sukses dengan kedua bukunya yang berjudul ” Financial Revolution” dan “Marketing Revolution”,  Tung Desem Waringin,  motivator  terbaik yang cukup terkenal di Tanah Air kini kembali meluncurkan buku ke tiga yang bertajuk “Life Revolution”.

Buku ini di dedikasikan untuk mengatasi adanya timpang pendapatan,  timpang toleransi dan timpang yang lainnya yang harus dimulai dengan revolusi pendidikan.
Menurutnya pendidikan di sekolah saat ini masih mengikuti kurikulum yang lama,  sangat disayangkan dimana selama kurang lebih hampir 200 tahun tidak ada perubahan.
“Sayangnya di sekolah kita tidak ada mata pelajaran baru yang mempelajari sesuatu hal yang dapat berguna bagi murid itu sendiri,” ujar pria kelahiran 22 Desember 1967 ini di acara peluncuran bukunya di SMP Angkasa,  Jakarta Timur,  Kamis (7/6).
Tung Desem Waringin memberikan sambutan dalam peluncuran buku “Life Revolution” di SMP Angkasa, Jakarta Timur (Foto: Yulia)

Tak ada mata pelajaran yang benar-benar mengajarkan bagaimana caranya mengingat,  cara mencatat dan cara belajar itu sendiri.

“Contohnya kita disekolah disuruh cari kerja,  tapi tdk pernah diajarkan bagaimana cara mendapat pekerjaan.  Di sekolah hanya ditugaskan utk belajar. Tanpa diajari cara belajarnya bisa dibayangkan kalau kita berenang, tanpa diajari cara berenang,  yaa tenggelam.  Begitupun cara mengingat,  cara mencatat, tak pernah diajarkan. Sebetulnya sudah masanya kita merevolusi pendidikan di indonesia,” paparnya.

Menurut Tung,  Ilmu berfikir itu sangat penting terutama dalam mengelola emosi,  membuat kebiasaan yang baik,  menghilangkan kebiasaan buruk.  Seperti ilmu bersosialisasi atau ilmu bergaul juga diperlukan bagaimana cara menyapa seseorang yang akan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Banyak hal yg diajarkan di sekolah itu penting seperti matematika,  ilmu mengingat, dan lain-lain. Itu juga sangat penting tanpa itu kita tidak bisa belajar yang lain..  Tapi seiring dengan perkembangan zaman,  ada beberapa mata kuliah dan pelajaran yg nantinya tidak relevan lagi, dimana kita tidak bisa menolak kecanggihan tekhnologi. Manusia tidak akan menang melawan mesin dan komputer, karena komputer bisa menghitung secara detail. Kita tidak akan menang melawan itu semua,” kata Tung.
Tung juga menambahkan bahwa misinya saat ini adalah mengusahakan perubahan dalam dunia pendidikan,  namun semua itu harus dari pemerintah dan tidak bisa secepatnya dirubah,  mengingat sistem yang telah berjalan ini sudah berakar ratusan tahun.
“Konsep pemahaman bahwa perubahan secara khusus untuk pemerintahan dan tidak bisa secepatnya dijalankan apalagi di sektor pendidikan.  Saya memulai melakukannya dari sekolah-sekolah secara gratis dengan memberi pemahaman bagaimana caranya mengambil keputusan yang penting dipelajari dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya lagi.
Bahwa dalam melakukan perubahan dalam dunia pendidikan di Tanah Air memerlukan tekad dan kemauan yang kuat dan juga keberanian untuk memulainya walaupun tidak sempurna dan tentu saja diperlukan juga biaya yang tidak sedikit.
Untuk itu sambil menunggu pemerintah,  Tung memulai dengan menerbitkan buku Life Revolution.
Buku ini memuat tentang Ilmu Penting dalam kehidupan yang nantinya Tung berharap akan diajarkan di sekolah-sekolah. Dalam buku ini Tung juga menuliskan 7 resep sukses Anti Gagal yang bisa bermanfaat bagi semua kalangan masyarakat.

“Penjualan buku Life Revolution akan disumbangkan  untuk dunia pendidikan di Tanah Air. Inilah salah satu bentuk kepedulian saya untuk memulai dahulu yang kita bisa,  dan ini dibuat untuk memberikan kontribusi kepada pendidikan untuk masyarakat yang adil dan makmur berlandaskan Pancasila,” tegas Tung.

Dalam peluncuran buku inipun dibuat serangkaian acara yang unik. Diawali dengan peletakan bunga di Taman Makam Pahlawan Revolusi, Lubang Buaya, Jakarta kemudian Tung Desem Waringin mengendarai kuda menuju SMP Angkasa Halim Perdana Kusuma,  Jakarta.

Dari serangkaian acara ini, kemeriahan makin bertambah dimana Tung

melanjutkannya dengan acara hujan uang bagi anak didik SMP Angkasa.
Tung Desem Waringin di sesi akhirnya juga menginginkan bahwa ilmu yang dibagikannya ini sebagai ilmu amal dan ilmu berfikir yang bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara. /YDhew
Tung Desem memberikan penghormatan dan penyerahan karangan bunga di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta.

Leave a Response