close

KRL anjlok di Bogor, Begini Keadaan Nya

242a536b-2ae8-4b5b-9498-1f4ac630e9d1_169
KRL Commuter Line Jakarta Kota-Bogor anjlok di Kebon Pedes. Foto : cnbcindonesia.com

Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line anjlok di Kebon Pedes, Bogor Jawa Barat, Minggu (10/3/2019).

Posisi anjlok KRL tersebut yaitu di daerah antara Cilebut-Bogor km 51 + 500, Jaringan Perlintasan Langsung (JPL) 28 Kebon Pedes, Bogor. Kereta Commuter Line 1722 tersebut dilaporkan anjlok dan tertimpa tiang Listrik Aliran Atas (LAA).

kronologis kecelakaan KRL tersebut, diceritakan oleh salah penumpang pada akun twitter @harsaputra4

Kejadian jam 10.00 pas, kronologi nya lagi antri perlintasan kereta di kebon pedes bogor, tiba tiba kabel atas nya goyang goyang keras.

Gak lama kereta berenti, kirain cuma karena nyangkut di kabel aja.

Ternyata waktu dicek kereta udah terbalik begitu kaya di video.” tulisnya.

Adapun pengakuan dari Lili Septiani (23) yang merupakan korban dari kecelakaan tersebut mengatakan

“Kejadiannya cepat, enggak ada peringatan apa-apa. Tiba-tiba kereta langsung terguling saja, pas keguling itu semua orang merosot ke bawah. Waktu itu semuanya panik, susah buat bangun,” kata Lili di Rumah Sakit Salak Bogor, Minggu (10/3/2019).

Lili Septiani (23) korban kecelakan kereta saat ditemui di RS Salak, Kota Bogor, Minggu (10/3/2019) – Foto : TribunJakarta.com

“Saya lompat dari kereta, habis itu pingsan karena terinjak-injak. Pas bangun sudah di rumah warga, saya pingsan beberapa menit. Di sekitar rumah warga banyak penumpang lain yang ditolong juga,” tambahnya.

Tak hanya Lili saja, hingga saat ini korban kecelakakan ada sebanyak 17 orang luka-luka

Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo S menyampaikan prihatin atas musibah tersebut dan mendoakan semoga seluruh korban segera diberikan kesembuhan.

Budi menjelaskan bahwa penumpang yang menjadi korban kecelakaan tersebut terlindungi berdasarkan UU Nomor 33  tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan PMK Nomor 15 tahun 2017 untuk seluruh korban luka-luka.

Jasa Raharja juga telah menerbitkan surat jaminan biaya perawatan kepada rumah sakit di mana korban dirawat, dengan biaya perawatan maksimal Rp 20 juta, serta menyediakan manfaat tambahan biaya P3K sebesar Rp 1 juta dan ambulans dari TKP (tempat kejadian) ke rumah sakit sebesar maksimal Rp 500.000.

“Tindakan petugas Jasa Raharja setelah kejadian langsung berkoordinasi dengan Petugas Polsuska dan mendatangi TKP, kemudian berkoordinasi dengan pihak RS untuk menjamin Korban luka-luka, saat ini Jasa Raharja telah menerbitkan surat jaminan biaya perawatan ke RS PMI Bogor dan RS Salak Bogor,” katanya dalam keterangan resmi, Minggu (10/3/2019).

Sumber : tribunnews.com

Cnbcindonesia.com

Tags : #krlanjlok #tanyaapa

Leave a Response