close

Mahasiswa ITB kembangkan Chatbot Untuk Bantu Usaha Kecil

chatbiz1
Terry Djony Syukur dan Muhammad Fathiyakan Ramadhan founder Chatbiz.id. (Foto: istimewa/youngster.id)

Dua mahasiswa ITB atau Institut Teknologi Bandung mengembangkan teknologi chatbot atau robot percakapan untuk usaha kecil dan menengah.

Mereka kini tengah menyiapkan platform chatbot agar bisa dipakai pengguna dengan mudah. “Sementara ini layanan kami berdasarkan pesanan perusahaan atau usaha kecil,” kata Terry Djony Syukur kepada Tempo, Sabtu, 4 Mei 2019.

Mahasiswa Teknik Fisika ITB 2016 ini bermitra dengan Muhammad Fathiyakan Ramadhan, mahasiswa Kewirausahaan Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB 2017. Sejak 2018 mereka mendirikan start up bernama Chatbiz. “Berawal dari dari lomba program mahasiswa wirausaha 2018, sayang sekali nggak tembus juara,” ujar Terry saat ditemui di kantornya.

Terry mengatakan, chatbot tergolong teknologi baru di Indonesia. Robot percakapan atau admin otomatis itu disebutnya mulai populer sejak dipakai perusahaan teknologi informasi dan penjualan online global pada 2016.

Sejauh ini menurutnya belum banyak yang membuat teknologi berbasis artificial intellegence dan machine learning itu. “Chatbot itu masih blue ocean, masih jarang bisa dihitung dengan jari pembuatnya,” ujarnya.

Bermodal kegemaran mencoba teknologi baru, Terry belajar membuat chatbot. Ia melihat manfaatnya juga besar untuk masyarakat, terutama usaha kecil dan menengah selain perusahaan besar. “Pertanyaan konsumen suka berulang seperti harga berapa, sales juga perlu untuk menawarkan barang, kenapa nggak diotomatiskan,” kata dia.

Muhammad Fathiyakan Ramadhan mengatakan chatbot bisa untuk melayani konsumen, pembelian, juga wahana percakapan pemain dalam game. “Sekarang masih perlu edukasi lebih, karena itu biasa kami bilang chatbot itu admin otomatis,” ujarnya.

Saat ini mereka telah dan sedang membuat chatbot pesanan empat perusahaan. Calon pengguna lain yang telah mendaftar ada 50. Permintaan itu akan dipatok dengan harga langganan chatbot berkisar Rp100-500 ribu per bulan. Terry dan Fathi kini sedang menyiapkan segera platform untuk berlangganan itu.

Sumber : Tempo.co

Leave a Response