close

Ooho! Inovasi Wadah Air Minum Seperti Gelembung Yang Bisa Di Makan

asdfasd
ooho, inovasi wadah air seperti gelembung, dapat kurangi sampah plastik! Foto : bgr.com

Jumlah sampah botol plastik di Indonesia mencapai 5,4 juta ton pertahun. Saking parahnya, Indonesia bahkan menjadi salah satu dari lima penghasil sampah botol plastik terbesar di dunia. Oleh karena itu, Skipping Rocks Lab membuat edible water bottle (wadah air minum yang bisa dimakan)bernama Ooho!.

Pada 2014, para sarjana teknik dari Imperial College London membuat proyek untuk mengurangi jumlah sampah botol plastik di Inggris. Setelah melakukan research, mereka menemukan bahwa sari rumput laur yang nggak mempengaruhi rasa dan warna minuman. Akhirnya, sari itu dibuat menjadi semacam agar-agar yang di dalamnya diisi air minum.

Berbentuk seperti gelembung, air minum itu bisa dikonsumsi dengan botolnya (Ooho!). Selain itu, bentuknya bisa menyesuaikan tempat dan ringan. Cocok banget buat kamu yang nggak punya tempat banyak di tas kamu buat membawa air minum.

Botol minuman Ooho ini mirip ubur-ubur yang kenyal seperti agar-agar, Ooho dibuat menggunakan teknik kuliner yang disebut spherification yaitu membuat makanan berbentuk bola yang diisi dengan cairan seperti bola-bola di bubble tea.

Bagi mereka yang pertama kali makan Ooho ini dibuat takjub bahkan terkejut. Tapi setelah reaksi pertama, sensasi satu-satunya yang dirasakan adalah kemasan airnya.

Foto : reuters.com

Ooho terbuat dari lapisan membran tipis yang dapat dimakan. Proses pembuatannya ini menggabungkan air minum dengan natrium alginat, yang berasal dari rumput laut cokelat. Setelah itu keduanya digabungkan, dan dimasukkan ke dalam mangkuk kalsium klorida.

“OHOO adalah alternatif non-limbah untuk botol air plastik dari membran agar-agar yang mengelilingi air dan bisa dimakan,” demikian ungkap Rodrigo Garcia González.

Lapisan membran tipis ini dapat dimakan, jika dimasukkan ke dalam mulut seluruhnya akan pecah dan terasa seperti minum seteguh air. Balon air ini juga tidak akan menjadi limbah, karena produk akan sepenuhnya terurai dalam 4-6 minggu jika dibiarkan tidak dikonsumsi.

“Kami memakai bahan dari ganggang atau rumput laut yang bisa dimakan dan ramah lingkungan. Kemasan ini lebih murah harganya dari plastik. Bagian dalamnya diisi air, setelah minum air di dalamnya tidak perlu membuangnya ke tempat sampah,” kata Gonzalez.

Botol air dari bahan plastik biasa baru bisa terurai 1000 tahun kemudian.

“Sebagian besar orang langsung membuang botol minuman sehabis minum. Kami menggunakan rumput laut karena bisa ditemukan di seluruh penjuru dunia dan cepat berkembang. Jika masih bisa memanfaatkan hal yang bisa diperbarui cepat oleh alam, kenapa harus memilih menggunakan plastik yang baru bisa terurai selama 700 tahun, jadi inilah solusinya.” kata Gonzales

Ooho, sangat mungkin untuk terus dikembangkan dan mungkin dicontoh oleh Indonesia. Sebab, harga bahan baku pembuatannya tergolong sangat murah kalau dibandingkan pembuatan satu botol plastik, meskipun begitu, Ooho belum bisa memecahkan semua masalah, karena Ooho balls tidak dapat diisi ulang setelah habis, volumenya kecil, hanya beberapa hari masa berlakunya.

Penemuan ini juga dibarengi promosi unik dari Skipping Rocks lab. Mereka bekerjasama dengan event promotor berbagai acara untuk menggunakan produknya sebagai ganti botol air minum.

Sumber : zetizen.jawapos

Erabaru.net

Leave a Response