close

Mesir Gelar Buka Puasa Bersama Dengan Meja Terpanjang! Ketahui Juga Tradisi Ramadhan Ala Mesir

mesirrekorduniadalam (1)
Foto : detik.com

Lembaga bernama Administrative Capital for Urban Development (ACUD) di Mesir mengumumkan hendak mengadakan buka puasa dengan meja terpanjang dalam sejarah. Acara tersebut akan diselenggarakan selama 15 hari terakhir Ramadan.

Meja yang akan digunakan memiliki panjang 2.893,64 meter dan telah menyandang predikat sebagai meja pesta terpanjang sejak Juni 2018 lalu, sebagaimana dikutip dari laman Egyptian Streets pada Minggu (12/5/2019). Di bulan puasa, furnitur itu akan dimanfaatkan untuk menjamu masyarakat dari berbagai penjuru negeri.

Seluruh warga Mesir dari berbagai latar belakang diundang oleh ACUD dalam acara tersebut, untuk merayakan Ramadan yang penuh berkah.

Acara yang akan berlangsung selama 15 hari pada bulan Ramadan 2019 itu, digadang-gadang akan mendapatkan penghargaan dari Guinness World Record sebagai buka puasa terpanjang.

ACUD adalah sebuah pengembang proyek ibu kota administratif yang baru di Mesir.

Sebagaimana diketahui, pada Maret 2015 lalu, ibu kota administratif Mesir telah diumumkan dan akan dibangun 45 kilometer di bagian timur Cairo.

Megaproyek itu dijalankan dalam rangka mengurangi kemacetan lalu lintas, kepadatan penduduk, dan meringankan beban infrastruktur perkotaan.

Ibu kota baru diproyeksikan akan berkapasitas 6,5 juta orang, dengan 1.250 masjid dan gereja, 2.000 sekolah dan perguruan tinggi, serta 600 rumah sakit. Sebuah taman nasional juga akan dibangun di sana.

Kota itu akan menjadi pusat pemerintahan baru Mesir, yang menjadi tempat kementerian serta parlemen Negeri Piramida. Termasuk pula istana kepresidenan dan stasiun televisi milik pemerintah.

7 Tradisi Unik Penduduk Mesir di Bulan Ramadan

Sementara itu, Mesir memiliki tradisinya sendiri dalam menjalani bulan yang penuh berkah ini. Seperti yang dilansir dari situs Egyptianstreets.com, simak 7 tradisi khas penduduk Mesir dalam menjalani bulan Ramadan.

El-Fanous

Mungkin perubahan yang paling jelas di Mesir selama di bulan Ramadan adalah munculnya lentera-lentera indah. Legenda mengatakan bahwa pada hari kelima Ramadan pada tahun 358 AH (969 AD), Fatimiyah Khalifah Muezz El-Din El-Allah sedang memasuki Kairo untuk pertama kalinya. Ia tiba setelah senja, dan warga muncul secara massal dengan lentera untuk menyambutnya dan merayakan kedatangannya. Sejak hari itu, fanous menjadi salah satu simbol Ramadan untuk Mesir. Lentera-lentera ini hadir dalam semua ukuran dan berbagai warna. Lentera dapat Anda lihat dimana-mana,  digantung di dinding atau digunakan sebagai dekorasi di rumah-rumah penduduk, bahkan dijadikan mainan oleh anak-anak kecil sambil menyanyikan lagu Ramadan.

Kerlip lampu hiasan di malam hari

Lampu-lampu indah akan dipasang di sepanjang jalan umum, di rumah, kafe dan masjid, dan membuat kota-kota di Mesir bagaikan kota magis pada malam hari.

Pesta kuliner

Meskipun kegiatan utama dalam bulan Ramadan adalah berpuasa, tak ada yang bisa menyangkal bahwa saat matahari mulai terbenam dan saat berbuka tiba, setiap orang yang berpuasa sudah menyiapkan makanan atau minuman yang lezat. Menu berbuka harus dipersiapkan dengan jeli, bahkan tak sedikit wanita yang sudah berbelanja keperluan berbuka selama Ramadan beberapa minggu sebelumnya. Minggu pertama akan dipenuhi pertemuan dengan teman-teman dan keluarga untuk berbuka puasa bersama.

Di Mesir, ada piring-piring khusus dan permen yang identik dengan bulan Ramadhan. Bisa dibilang yang paling terkenal adalah qatayef dan zalabia, serta konafa. Tapi ada juga khoshaf, semacam salad buah yang terbuat dari campuran buah ara kering, kurma, kismis dan aprikot yang direndam dalam air.  Dan terakhir adalah amar el din, minuman Ramadan terkenal yang terbuat dari kulit buah aprikot akan menyegarkan.

Tempat Gym Yang Ramai

Meskipun mungkin tidak berlaku untuk semua orang Mesir, gym biasanya penuh dengan orang selama dua jam menjelang jam berbuka puasa selama bulan Ramadan. Ramadan memang membuat orang cenderung makan dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya saat berbuka, tapi banyak orang Mesir yang juga menggunakan bulan ini untuk memulai penurunan berat badan, atau setidaknya mencegah berat badan yang berlebihan. Bagi yang memang peduli dengan kesehatan dan fisik mereka, tidak ada alasan untuk membiarkan kerja keras di gym sepanjang tahun sia-sia, dan bagi Anda yang tak ingin bertambah berat badan, mungkin gym adalah jawaban sempurna.

Saatnya menahan diri

Ramadan adalah masa-masa untung mendekatkan diri dengan Tuhan, hidup dalam kesederhanaan, lebih banyak beramal dan menahan diri. Jika Anda seorang pencinta kopi atau rokok, atau bahkan keduanya, Anda akan menghadapi begitu banyak godaan dalam hari-hari berpuasa. Orang-orang di Mesir ternyata juga merasakan perjuangan yang sama dengan orang-orang di berbagai belahan dunia lain yang memiliki kecanduan terhadap rokok atau kopi.

Hati-hati dalam berbicara

Kata-kata umpatan bukan hal yang aneh dalam bahasa Mesir, namun selama Ramadan, penduduk Mesir harus lebih berhati-hati dalam bicara jika tak ingin puasanya batal. Bagi yang terbiasa mengumpat, mereka harus mencari cara lain untuk menyalurkan kata-kata frustrasi mereka.

Banyak Beramal

Ramadan adalah waktu khusus di Mesir di mana orang menghapus perbedaan di antara mereka. Melakukan perbuatan amal menjadi sangat penting, dan contoh dari kemurahan hati di Mesir dapat terlihat saat matahari terbenam dan waktu berbuka tiba.

Masjid dan masyarakat lokal menyediakan makanan bagi orang miskin, menyiapkan meja makan besar bagi mereka dan orang lain yang ingin bergabung. Dan jika Anda terlambat, tak perlu takut, karena selalu ada seorang Mesir di jalan yang membagi-bagikan air dan kurma untuk mereka yang mencari makanan untuk berbuka puasa.

Sumber : liputan6.com

Leave a Response