close

Keluarga Cemara (Original) Kumpul Kembali Dalam “Terima Kasih Emak.. Terima Kasih Abah”

DSC_7817

Siapa yang tak kenal Keluarga Cemara? Generasi tahun 90-an tentunya sudah sangat akrab dengan sinetron yang bertema keluarga ini. Sinetron ini menceritakan tentang kehidupan satu keluarga yang terdiri dari Abah (Agustinus Adi Kurdi), Emak (Novia Kolopaking), Euis (Ceria Hade), Cemara (Anisa Fujianti), dan Agil (Puji Lestari), kehidupan mereka sangat berkesan bagi masyarakat yang menontonnya karena sarat dengan berbagai pesan kehidupan.

Kini, para pemain yang tentunya sudah mempunyai kesibukan masing-masing ini dipertemukan kembali dalam suasana baru setelah sinetron yang telah membesarkan nama mereka selesai diproduksi sejak tahun 2004 lalu. Bersama dengan sutradara Dedi Setiadi mereka berkumpul kembali bersilaturahmi bersama dengan para awak media di kawasan Cikini, Jakarta Pusat pada Sabtu (1/6/2019).

Temu kangen ini sekaligus pertemuan dengan produser Anas Syahrul Alimi (Alimi Pictures) yang berencana membuat film dengan para pemain Keluarga Cemara (Original) dalam produksi yang berjudul ” Terima Kasih Emak.. Terima Kasih Abah”.

Para Pemain, Abah, Emak, Ara, Euis, dan Agil. (Foto: YD)

 

“Sebetulnya sejak dulu sebelum tayang Keluarga Cemara tayang di bioskop, saya sudah mempunyai rencana. Tapi sayangnya belum mendapatkan produser yang pas. Akhirnya terhenti, yang ternyata judul itu sudah dipakai orang lain,” kata Dedi Setiadi dalam sambutannya kepada awak media.

Sebagai penulis Dedi yang telah melihat film Keluarga Cemara merasa sangat berbeda karakternya dengan yang pernah ia garap. Selain beberapa tokoh yang tak ada, beberapa karakter yang dilihatnya pun sangat berbeda. Melihat hal tersebut semangatnya pun bangkit kembali, pertemuannya dengan sang produser Anas Syahrul Alimi membuat kerinduannya dengan Keluarga Cemara lawas inipun akhirnya terpenuhi. Gayung bersambut, Anas bersedia untuk memproduseri film dengan para pemain original Keluarga Cemara.

“Jadi, ketika film Keluarga Cemara diputar di bioskop, saya langsung ingat para pemain yang aslinya. Waktu mereka main saya ingat banget masih duduk di Sekolah Dasar. Akhirnya ketemu dengan Dedi Setiadi dan jadilah “Terima kasih Emak… Terima Kasih Abah”,” ungkap produser yang juga kerap mempromotori event musik ini.

Cerita dalam film ini nantinya akan meneruskan kisah Keluarga Cemara yang telah berubah. Peran Emak yang merangkul anak-anaknya yang sudah beranjak dewasa sementara harus berjuang menghadapi Abah yang sudah tua dan sakit-sakitan. Di sini akan memperlihatkan ketulusan dan perjuangan Emak tanpa pamrih dan tanpa mengharapkan balasan. Bagaimana Emak berjuang untuk kebahagiaan keluarganya, karena bagaimanapun kebahagiaan keluarga adalah kebahagiaannya juga.

Adi Kurdi menyambut sangat baik dengan adanya kisah Keluarga Cemara original ini kembali diangkat ke layar lebar. Senada dengan sang sutradara, Adi Kurdi juga merasa kurang sreg dengan karakter Abah yang terlihat sangat berbeda di film yang telah tayang tersebut.

 

Novia Kolopaking (Foto: YD)

 

“Lihat ceritanya yang di bioskop kok Abah jadi begitu ya. Abah kok jadi pemarah dan gak konsisten, serba bingung,” ucap Adi Kurdi.

Namun, pemeran Abah ini merasa senang dipertemukan kembali bersama dengan pemeran yang sama walau dengan judul berbeda.

Novia Kolopaking yang hadir pada kesempatan yang sama menyambut baik rencana ini. Jika awalnya enggan untuk kembali lagi berakting, namun pemeran Emak dalam Keluarga Cemara ini bersedia berperan kembali di film garapan sutradara Dedi Setadi ini. Mengenal cukup baik dengan Dedi Setiadi membuat salah satu alasan istri dari budayawan Emha Ainun Najib ini kembali berakting.

“Jujur tadinya saya belum mau kembali untuk berakting, saya sangat menikmati peran saya sebagai ibu rumah tangga saat ini. Tapi karena Om Dedi yang mengajak saya apapun film yang ditawarkan saya mau. Dan lebih senang lagi ternyata saya dipertemukan dengan anak-anak saya (Euis, Ara, dan Agil) yang bukan hanya di film tapi memang diluar syuting kita sudah seperti keluarga,” papar Novia Kolopaking.

Walau menggunakan judul yang berbeda, jalan cerita dari film ini nantinya akan disesuaikan dengan cerminan keluarga di tahun 90an. Film “Terima Kasih Emak.. Terima Kasih Abah” ini akan segera memulai produksinya dalam waktu dekat. Seperti apa kisahnya, kita tunggu saja. (YD)

Tags : Alimi PicturesKeluarga CemaraKeluarga Cemara OriginalNovia KolopakingTerima Kasih Emak Terima Kasih Abah

Leave a Response