close

Enggak Kalah Seru Dengan Indonesia, Ini Dia Tradisi Idul fitri Di Berbagai Negara

Masjid-India
Suasana Idul Fitri Di Masjid Jama, India. Foto : tribunnewsbanten

Hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah yang jatuh pada Rabu (5/6/2019) hari ini, sangat dinanti-nantikan oleh umat muslim di dunia,termasuk Indonesia.

Setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan, seluruh umat Muslim di dunia, merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Hari raya Idul Fitri sendiri ini bagi umat muslim adalah sebuah hari yang membuat seperti terlahir kembali dengan fitrah kemanusiaan yang suci dan bersih dari dosa.

Umat Muslim di seluruh dunia merayakan hari raya Idul Fitri tersebut dengan berbagai kegiatan.

Di Indonesia, umat Muslim memiliki tradisi yang cukup unik, yakni bermudik ke kampung halaman dan makan ketupat.

Lalu, bagaimana tradisi Hari Raya Idul Fitri di negara-negara lainnya?

Berikut tradisi unik dari berbagai negara :

1. India / Pakistan

Sebagai bagian dari persiapan Idul Fitri, wanita di India biasanya menghias tangan mereka dengan Mehndi (pacar) sehari sebelum hari raya.

Bagi wanita India, mehndi, pakaian meriah, perhiasan, dan gelang tradisional berwarna-warni adalah yang hal yang penting saat perayaan Idul Fitri.

Selain itu di India, Anda dapat melihat rumah-rumah yang diterangi dengan pajangan cahaya yang mewah.

Lalu, persiapan hidangan yang meriah seperti biryani daging kambing.

Hingga hidangan penutup belaka khurma (puding bihun yang terbuat dari susu, kismis, dan kacang cincang).

2.  Turki

Di Turki, Idul Fitri dikenal sebagai Ramazan Bayramı (festival Ramadhan) atau Şeker Bayramı (festival permen).

Pada hari besar itu, orang-orang memakai pakaian baru mereka yang disebut bayramlık.

Selain itu, mereka juga saling mengucapkan Bayramınız Mübarek Olsun yang berarti ‘Semoga Bayram Anda (Idul Fitri Anda) diberkati’.

Hari Raya Idul Fitri dirayakan dengan mengunjungi dan menghabiskan waktu bersama kerabat dekat terutama orang tua untuk berharap dan mencari berkah dari mereka.

Sementara itu, mereka juga saling membagikan makanan khas Turki, Baklava.

Demi menghidupkan semangat Idul Fitri dan menghibur anak-anak, terdapat pertunjukan yang bernama ‘Karagöz ve Hacivat’ atau pertunjukan wayang kulit.

3. Maroko

Sama seperti negara-negara lain, pada Hari Raya Idul Fitri orang-orang akan menuju ke masjid setempat untuk melakukan ritual sholat Id lalu berkumpul bersama keluarga.

Makanan menjadi hal penting dalam budaya Maroko ketika merayakan Idul Fitri.

Para wanita biasanya menghabiskan waktu untuk menyiapkan kue dan kue kering Maroko sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Biasanya, para pria akan mengenakan jellaba atau jabador dengan sepatu tradisional Maroko, yang disebut balgha.

Sedangkan, wanita akan mengenakan gaun kaftan mereka yang elegan.

4. Uni Emirat Arab

Berpegang teguh pada cara tradisional hari pertama Idul Fitri di UEA, mereka biasanya akan lebih fokus menghabiskan waktu bersama keluarga dan kerabat.

Doa pagi hari diikuti oleh pesta makan siang yang biasanya dilakukan di rumah kakek-nenek seseorang.

Hidangan tradisional yang populer pada Hari Raya Idul Fitri, antara lain Harees (bubur dari gandum dan daging) dan Balaleet (mie bihun manis dengan telur dadar atau telur goreng).

5. Afghanistan

Di Afghanistan ada sebuah tradisi unik bernama Tokhm-Jangi atau perang telur saat Hari Raya Idul Fitri. Usai salat Id, orang-orang akan berkumpul di taman dan saling memecahkan telur rebus milik orang di sekitarnya.

6. Suriname

Ada hal unik dari negara ini, pasalnya sebagian penduduk Suriname merupakan keturunan asli Jawa. Hal ini membuat penanggalan Idul Fitri di Suriname dilakukan dengan perhitungan ala Primbon, peninggalan nenek moyang suku Jawa.

7. Australia

Negara yang dekat dengan Indonesia ini rupanya memiliki budaya toleransi yang tinggi untuk penduduk umat muslim lho. Perusahaan di sana biasanya memberikan kebebasan bagi karyawan untuk izin agar tidak bekerja selama lebaran. Dan, pemerintah juga sudah menyediakan tempat bagi umat muslim untuk beribadah di jalanan.

8. China

Meski rata-rata masyarakat di China beragama Tionghoa, namun tak membuat umat muslim di sana berhenti untuk melakukan tradisi lebaran. Seusai Salat Idul Fitri biasanya umat muslim melakukan ziarah ke kuburan para pejuang muslim yang gugur saat Dinasti Qing. Dan selamat lebaran, para pria menggunakan jas khas mereka.

 

Sumber : tribunnews.com,liputan6

Leave a Response