close

Trend Wawancara Kerja Dengan Secangkir Kopi, Seperti Apa?

coffee-690054_1920
Ilustrasi Secangkir kopi. Foto : kamanaku.com

Apa yang biasa dilakukan seorang atasan atau Bos saat wawancara kerja? Menanyakan pengalaman dan pengetahuan calon karyawan? Atau mengetest langsung kemampuan dan keterampilan calon karyawan? Hmm, tetapi tidak dengan Bos sebuah perusahaan perangkat lunak akuntansi ini.

Pimpinan perusahaan telah mengungkapkan tes kerja unik untuk merekrut karyawan baru. Ia menggunakan tes ini setiap kali bertemu dengan karyawan potensial.

Melansir dari Mirror, adalah Trent Innes, yang bekerja di Xero Australia telah membuat ‘coffee cup test’. Dia percaya tes tersebut bisa menunjukkan banyak hal tentang sikap mereka daripada pertanyaan dalam wawancara kerja.

Trens Innes tidak akan mempekerjakan siapa pun yang gagal dalam tes tersebut. Bahkan, siapa pun yang gagal akan masuk daftar hitam perusahaan.

Trend berbagi trik kecilnya ketika berbicara di podcast bisnis The Venture dengan pengusaha Lambros Photios. Dia berkata, “Aku akan selalu mengajakmu jalan-jalan ke salah satu dapur kami dan entah bagaimana akhirnya kamu membawa secangkir minuman.”

“Lalu kita kembali ke ruangan untuk lakukan wawancara, dan salah satu hal yang selalu saya cari di akhir wawancara adalah, apakah orang yang melakukan wawancara ingin mengembalikan cangkir kosong itu kembali ke dapur?” lanjutnya.

Rupanya, dari sinilah Trent menilai attitude atau sikap calon karyawannya. Dia akan melihat apakah orang tersebut bakal kembali dan mencuci cangkir kopinya.

“Kamu dapat mengembangkan keterampilan, kamu bisa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman tetapi itu benar-benar tergantung pada sikap, dan sikap yang sering kita bicarakan adalah konsep ‘coffe cup test’.”

Dia mengklaim bahwa trik ini berhasil dan dapur di kantor mereka selalu sangat bersih. “Jika Anda datang ke kantor suatu hari di dalam Xero, Anda akan melihat dapur hampir selalu bersih dan berkilau,”

“Itu benar-benar hanya memastikan bahwa mereka benar-benar akan cocok dengan budaya di dalam Xero, dan benar-benar mengambil semua yang seharusnya mereka lakukan,” jelasnya.

 Sumber : suara.com

Leave a Response