close

NTT Di Harapkan Bisa Jadi Lumbung Garam Nasional, Kurangi Garam Impor

images (14)
Jokowi saat mengunjungi Lumbung garam di NTT. FOTO : cnbcindonesia

Indonesia mempunyai garis pantai yang terpanjang di dunia. Namun, kebutuhan garam dalam negeri, masih mengandalkan impor. Tercatat, impor garam Indonesia mencapai 3,7 juta ton, sedangkan produksi dalam negeri hanya 1,1 juta ton

Indonesia memiliki kawasan lumbung garam baru di Nusa Tenggara Timur (NTT), salah satunya di Kupang, NTT. Kini Jokowi mulai meninjau tambak garam eks tanah Hak Guna Usaha (HGU), di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Rabu (21/8) yang diharapkan bisa di proyeksikan sebagai lumbung garam yang besar untuk mengurangi garam impor.

“Saya ke sini hanya ingin memastikan bahwa program untuk urusan garam ini sudah dimulai, karena kita tahu impor garam kita 3,7 juta ton (2018), yang bisa diproduksi dalam negeri baru 1,1 juta ton. Masih jauh sekali,” kata Jokowi dikutip dari situs Setkab, Rabu (21/8)

Jokowi meyakini jika garam yang diproduksi di NTT, bukan hanya bisa diserap industri, tetapi jika diolah lagi bisa menjadi garam konsumsi. “Artinya ini ada potensi, tapi memerlukan investasi yang tidak sedikit,” katanya.

Di luar, persoalan impor itu, Jokowi bilang NTT memiliki potensi tambak garam yang bisa dikerjakan seluas kurang lebih 21 ribu hektar. Di Kupang ada kurang lebih 7 ribu hektar, tetapi yang dimulai sekitar 600 hektar dulu, dan juga baru diselesaikan 10 hektar.

“Masih 10 hektar daru 21 ribu hektar, masih jauh sekali. 10 Hektar ini, di lingkungan ini baru 600 hektar. Jadi memang ini baru dimulai,” katanya.

Jokowi menilai, garam yang ada di NTT memang hasilnya lebih bagus, lebih putih, bisa masuk ke industri, dan kalau diolah lagi bisa juga menjadi garam konsumsi.
“Artinya ini ada potensi, tapi memerlukan investasi yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, ini adalah investasi pertama yang akan dikerjakan,” jelasnya.

Kepala Negara seraya meyakini, tahun depan akan selesai 600 hektar, petani tambak diikutkan juga, pekerja sekaligus ikut dalam, Kayak saham, ikut, sehingga nanti penghasilan masyarakat di sini akan lebih baik.

“Tapi sekali lagi, ini yang dalam proses baru 600 hektar, itupun yang selesai baru 10 hektar. Tahun depan akan diselesaikan,” katanya.

Sumber : cnbcindonesia

Indozone.id

Leave a Response