close

Jeritan Malam, Ketika Hidup Berdampingan Dengan Makhluk Ghaib

IMG-20191208-WA0012
Soraya Intercine Film kembali memproduksi film bergenre horor yang erat kaitannya dengan urban legend di tanah air.  Sisi mistis yang banyak terjadi terutama di daerah Jawa kembali diangkat dengan judul Jeritan Malam.  Film yang diambil dari kisah nyata fenomenal dari laman Kaskus, Ade Prihatin ini  tampil dengan penuh kejutan dengan suasana horor yang berbeda dari film horor yang ada saat ini.
Mitos dan budaya dari urban legend yang ditampilkan sedikit banyak menguak kejadian yang mungkin menurut pandangan sebagian orang hanyalah sekedar omong kosong, karena memang tidak bisa ditangkap dan dibuktikan secara logika.  Apalagi di era saat ini yang hidup di zaman era millenial menuntut segala sesuatunya dapat dibuktikan dengan akal sehat.  Namun, cerita mistis dari kisah urban legend  ini  mampu terdengar sampai sekarang dan menjadi cerita misteri yang asyik untuk dibahas bahkan sampai ke daerah lain diluar pulau Jawa.
Film dimulai dengan kisah Reza (Herjunot Ali) yang menceritakan pengalaman yang didapatnya dari daerah Banyuwangi. Sejak kecil,  Reza adalah pemuda masa kini yang sangat tidak percaya dengan adanya makhluk ghaib, apalagi jimat dan sebagainya.
Reza yang sangat menginginkan menjadi seorang pemuda yang mandiri membuatnya menerima tawaran pekerjaan dari perusahaan yang berlokasi di Jawa Timur,  Banyuwangi.
Seiring penugasan kerja yang diterima Reza,  ia diharuskan menempati sebuah mess yang ditempati oleh beberapa pegawai lama, Indra (Wingky Wiryawan)  dan Minto (Indra Brasco) dan Dikin, penjaga mess.
Perkenalan Reza dengan Indra dan Minto membawa mereka pada kisah persahabatan.  Tapi persahabatan yang telah terjalin inilah akhirnya mulai menghantarkan Reza dengan kejadian aneh dan menyeramkan yang terjadi di mess yang Reza tempati. Reza yang memang tidak percaya dengan hal yang berbau ghaib mencoba membuktikan kepada Indra, Minto dan Dikin bahwa hal-hal yang berbau ghaib itu tidak ada dan selalu ingin membuktikannya secara logika. Sifatnya yang sok tahu dan ketidak percayaannya terhadap makhkuk ghaib membuat kawan-kawannya khawatir.  Berbeda dengan Reza, Indra dan Minto hampir setiap malam terganggu dengan kemunculan makhluk halus penunggu mess tersebut.
Kejadian demi kejadian yang akhirnya membuat Reza menggali lebih jauh sejarah masa lalu dari mess yang mereka tempati. Keyakinan Reza yang sangat tidak percaya jika manusia hidup berdampingan dengan makhluk ghaib,  tanpa sengaja membawanya melakukan sebuah ritual yang seharusnya tidak dia lakukan. Tanpa disadari keinginannya untuk mencari bukti  membawanya kepada kesalahan terbesar yang terjadi dalam hidupnya.
Ritual apa yang kemudian dilakukan Reza? Berhasilkah dia membuktikan kejadian-kejadian aneh dan menyeramkan dalam mess tersebut?
Film yang akan tayang di tanggal 12 Desember 2019 ini sedikit membawa angin segar di genre horor tanah air.  Bukan hanya jumpscare yang ditampilkan saja,  tetapi juga lighting yang bermain tidak selalu bernuansa gelap seperti film-film horor yang selama ini ada.  Beberapa sudut berhasil menangkap dan menggambarkan suasana horor di film ini. Selain itu penonton juga disuguhkan dengan jumpscare yang bikin jantung mau copot.  Sedikit berbeda dengan film sebelumnya,  kali ini Rocky Soraya sang sutradara  menghadirkan dialog-dialog segar dari para tokoh yang terlibat di film ini.  Emosi penonton pun dibuat naik turun dengan sajian jumpscare dan celetukan-celetukan serta tingkah konyol dari 3 orang tokoh sentral film ini, Reza,  Indra dan Minto. Jika menonton film ini bukan hanya ketakutan yang didapat tetapi penonton juga tergelak dengan tingkah yang dihadirkan para tokohnya secara natural.
Film yang konon berbiaya termahal, bahkan melebihi biaya produksi film Suzanna ini cukup apik menampilkan beberapa sosok hantu dengan karakter yang cukup menakutkan. Premis diawal cerita cukup membawa ke dalam inti cerita,  dengan konsep story telling yang apik namun dari awal sampai akhir penonton dibuat memutar otak siapa dalang dibalik kejadian yang menimpa Reza sang tokoh utamanya. Teka teki itupun  akhirnya terjawab dengan kejutan di akhir cerita.
Cerita mengenai urban legend yang diangkat dari  kepercayaan sebagian masyarakat cukup tersampaikan di sini.  Terutama objek terhadap barang yang digunakan sebagai jimat bagi sebagian masyarakat tanah air ditampilkan di film ini. Unsur budaya Jawa seperti kejawen,  percaya kepada keris dan jenis lainnya yang jarang diangkat di film sejenis kali ini coba ditampilkan. Bahkan hantu yang kerap kita dengar dapat menyerupai sosok yang kita kenal pun dihadirkan di film Jeritan Malam.
Cinta Laura bersama Indra Brasco di gala premier film Jeritan Malam (Ist)
Dari sisi karakter,  Cinta Laura yang berperan sebagai Wulan,  kekasih Reza hanya sedikit mendapat porsi di film ini,  terkesan hanya sebagai pelengkap cerita saja. Over all,  usaha Cinta Laura yang berusaha keras membuang logat bulenya cukup berhasil di film ini.
Tak ingin berpanjang lebar,  Jeritan Malam menjadi sajian horor di akhir tahun yang cukup segar.  Namun,  untuk meraih penonton terbanyak,  Jeritan Malam harus cukup kerja keras di bulan ini karena harus bersaing dengan film-film impor yang masuk di akhir tahun.
Penasaran dengan kisah Reza?  Jaga tanggal tayangnya!  (@yuliadhew)

Leave a Response