close

Bagaimana

Keren! Jepang Rilis Aplikasi Anti Pelecehan Seksual Di Kereta, Begini Cara Pakainya

IMG_20190523_221131_986

Bukan cuma di Indonesia, kasus pelecehan seksual di angkutan umum rupanya juga marak terjadi di negara lain.

Salah satu negara yang menghadapi banyak kasus pelecehan seksual di kereta adalah Jepang.

Terlepas dari sedikitnya jumlah kejahatan dan kekerasan, kasus pelecehan terhadap perempuan di kereta rupanya nyaris setiap hari terjadi, seperti dikutip dari laman ABC.

Untuk mengatasi hal tersebut, kepolisian Jepang pun baru-baru ini mengembangkan aplikasi yang dinamai “Digi Police”.

Aplikasi ini sendiri ternyata sudah ada sejak 3 tahun lalu. Namun, dengan fungsi baru yang ditambahkan pihak kepolisian, aplikasi ini menjadi makin populer dan banyak diunduh perempuan Jepang.

Menggunakan aplikasi ini, perempuan Jepang tak lagi perlu merasa takut atau tertekan saat mengalami pelecehan seksual di kereta atau tempat umum lainnya.

Saat pelecehan terjadi, korban cukup menekan ikon “repel groper“. Ikon ini dimaksudkan untuk mengingatkan bahwa ada seseorang yang tengah melakukan pelecehan.

Begitu ditekan, sebuah pesan yang berbunyi“Ada orang melakukan pelecehan di sini. Tolong bantu” akan segera keluar.

Jika ditekan lagi, pesan berikutnya yang berupa suara akan muncul dan berkata,“Tolong berhenti!” secara berkali-kali.

Aplikasi ini juga dilengkapi alarm, serta peta tempat-tempat yang rawan pelecehan seksual dan kantor polisi.

Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan para pelaku pelecehan seksual akan sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah kejahatan dan perempuan di Jepang dapat merasa lebih aman saat bepergian.

Menurutmu, apa aplikasi seperti ini bisa diterapkan di Indonesia?

Sumber : suara.com

read more

Bali Kembali Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Surfing Dunia

533092_620

Kejuaraan dunia selancar (surfing) dari Liga Selancar Dunia atau WSL, kembali memilih Bali menjadi tuan rumah. Kali ini Pantai Keramas, Kabupaten Gianyar, Bali menjadi tuan rumah seri ke-3 WSL Champions Tour 2019.

Ajang bertajuk Corona Bali ProTected ini diikuti oleh 56 peselancar, yang terbagi menjadi 37 surfer putra dan 19 surfer putri, mereka berada pada daftar peselancar top dunia. Ajang itu akan diselenggarakan mulai 13-25 Mei 2019.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Ricky Fauziyani, menjelaskan Indonesia dipilih menjadi salah satu tempat dari 11 seri lomba kejuaraan selancar dunia dari WSL.

“Dari Australia ke Indonesia lalu Brazil, Afrika Selatan, Amerika Utara, Prancis Eropa, dan Hawaii. Ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki destinasi surfing kelas dunia,” kata Ricky dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (12/5).

Sementara itu, ketua Tim Percepatan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata, Indroyono Soesilo, menuturkan pemerintah melirik potensi selancar sebagai daya tarik wisata Indonesia bagi wisatawan mancanegara.

“Itu sebabnya sejak tahun lalu, kami bekerja sama dengan WSL dan memberi dukungan pada beberapa event surfing yang diselenggarakan di Indonesia,” kata Indroyono Soesilo

Ia menambahkan Indonesia patut bersyukur dikaruniai banyak pantai dengan ombak, yang tersebar di sepanjang pesisir pantai bagian barat dan selatan Samudra Hindia, serta pesisir pantai Samudra Pasifik.

“Indonesia mempunyai ratusan pantai surfing, 30 di antaranya menjadi lokasi surfing kelas dunia,” ujarnya.

“Dari 30 lokasi tersebut, 11 di antaranya menjadi tempat penyelenggaraan WSL 2019 sehingga ini akan menempatkan Indonesia sebagai destinasi surfing nomor satu di dunia.”

Sumber : cnnindonesia

read more