close

Dimana

Kyoto Tetapkan Peraturan Ini Agar Turis Asing Tetap Bertindak Sopan

shutterstock_626644001-XL

Sudah bukan menjadi rahasia lagi jika wilayah KyotoJepang memiliki berbagai destinasi dan kebudayaan yang menjadi daya tarik wisatawan.

Namun, beberapa waktu terakhir Kyoto meminta para turis yang datang bertindak lebih sopan.

Ya, diketahui banyaknya turis yang datang ke Kyoto sempat membuat penduduk setempat kurang nyaman.

Dilansir dari laman BBC News, Jumat (21/6/19) kunjungan turis ke Kyoto beberapa waktu terakhir meningkat pesat.

Di Kyoto, para turis akan disuguhkan berbagai bangunan kuil nan etnik seperti Fushimi Inari dan berjalan-jalan menjumpai geisha.

Dari banyaknya wisatawan, ternyata masih ada saja turis yang tidak mengikuti aturan dan bertindak kurang sopan.

Turis merokok di tempat umum, berisik saat berada dalam kuil serta membuang sampah sembarangan inilah yang membuat banyak warga Kyoto kurang nyaman.

Dan tahukah Anda, bahwa warga Kyoto kurang suka dengan turis yang bergerombol kemudian menutupi trotoar.

Pemandangan di Kyoto, Salah satu kota Di Jepang yang kerap dijadikan turis asing sebagai destinasi wisata. Foto : insidekyoto.com

Maka dari itu, warga Kyoto meminta wisatawan untuk bertindak lebih sopan.

Salah seorang mahasiswa dari Kyoto Women’s University juga dikabarkan telah membuat brosur yang berisi informasi terkait tata krama aturan turis selama di Jepang.

Informasi yang diberikan tertulis menggunakan bahasa Inggris dan China.

Pemerintah Kyoto lewat badan pariwisata juga sudah sering memberikan informasi untuk turis baik lewat iklan maupun media sosial.

Mereka selalu mengingatkan para turis untuk bertindak sopan dan menghormati warga Kyoto.

Hingga saat ini belum ada rencana dari Pemerintah Kyoto untuk memberikan denda bagi turis yang melanggar atau tidak sopan.

Jadi, bagi Anda yang berencana liburan ke Kyoto, taatilah peraturan yang ada ya!

Sumber : guideku.com

read more
createimage_small

Mahasiswa Di Kudung Buat Sampah Berbasis Internet

Mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK), Jawa Tengah, menemukan solusi pengelolaan sampah berbasis internet dengan menciptakan tempat sampah berbasis internet of things (IOT) yang bisa mengirimkan notifikasi lokasi tempat sampah serta volume sampahnya. Mahasiswa UMK yang membuat inovasi pengelolaan sampah tersebut, yakni Novi Arimukti dan Arsya Yoga Pratama,
read more