close

Siapa

Viral, 4 Calon Biksu Asal Thailand Juarai Turnamen E-Sport, Simak Kisahnya

006039900_1566360341-foto4

Biksu atau Bhiksu dari bahasa Sansekerta merupakan sebutan yg diberikan kepada seorang pria yg telah ditahbiskan dalam lingkungan biara Buddhis. Kata ini seringkali dirujukkan sebagai rohaniawan agama Buddha.

Biksu juga identik dengan pakaian dharma mereka yg biasanya berwarna oranye dengan hanya terlihat seperti kain berukuran besar. Selain itu seorang biksu yg kerap dijumpai memiliki penampilan yg sederhana dan berkepala botak.

LIGA UTAMA
BERITA VIRAL

4 Calon Biksu Ini Jadi Juara Turnamen Esport, Kisahnya Viral

LIGA UTAMA – 4 Calon Biksu Ini Jadi Juara Turnamen Esport

Biksu atau Bhiksu dari bahasa Sansekerta merupakan sebutan yg diberikan kepada seorang pria yg telah ditahbiskan dalam lingkungan biara Buddhis. Kata ini seringkali dirujukkan sebagai rohaniawan agama Buddha.

Biksu juga identik dengan pakaian dharma mereka yg biasanya berwarna oranye dengan hanya terlihat seperti kain berukuran besar. Selain itu seorang biksu yg kerap dijumpai memiliki penampilan yg sederhana dan berkepala botak.

LIGA UTAMA
4 Calon Biksu Ini Jadi Juara Turnamen Esport

Hal ini sebagai wujud orang tersebut meninggalkan hal-hal keduniawian salah satunya dengan tidak berdandan.

Meski erat dengan pola kehidupan yg meninggalkan keduniawian, baru-baru ini viral 4 calon biksu muda yg berhasil menjuarai turnamen Esport.

Kisah luar biasa yg terjadi di Thailand ini sontak menjadi viral di media sosial. Sederet foto yg memperlihatkan momen sang calon biksu menerima penghargaan di turnamen Esport itu pun menarik perhatian warganet.

1. Turnamen Esport di Kampus

Sebuah kampus di Thailand tepatnya Universitas Khon Kaen menyelenggarakan tournament Esport. Kampus yg berada di Mueang Khon Kaen District ini mengadakan tournament Esport selama tiga hari berturut-turut sejak 15 hingga 18 Agustus 2019 lalu.

Dari berbagai peserta yg mengikuti tournament game ini ada sosok yg menarik perhatian yaitu 4 calon biksu yg ikut meramaikan. Dengan penampilan khas biksu, mereka antusias mengikuti turnamen itu.

Universitas Khon Kaen memang tak hanya mengadakan kompetisi yg berbasis akademik tetapi KKU Nong Khai Fair 2019 juga mengadakan kompetisi Esports. Tim bhikkhu (biksu) adalah senior sekolah menengah yg belajar di Balee Sathit Suksa, sebuah sekolah di Thailand yg dikenal untuk mendidik para biksu muda di provinsi timur laut Thailand.

2. Dapat Dukungan dari Kepala Biksu

Sebelum mencoba mengikuti tournament Esports tersebut rupanya para calon biksu muda itu meminta izin terlebih dahulu kepada kepala biksu dari sekolah mereka.

“Para pemula ingin mencoba memasuki kompetisi, jadi kami memberi mereka kesempatan itu. Namun, kami tidak berharap mereka benar-benar menang.” kata Kokkiad Chaisamchareonlap. koordinator akademik sekaligus kepala biksu di sekolah Balee Sathit Suksa.

Menurutnya, meskipun sekolah ini didedikasikan untuk siswa biksu pemula, mereka hanya belajar agama selama 20 jam seminggu. Sisa waktu sekolah itu mereka habiskan untuk kurikulum yg lebih tradisional.

Diketahui bahwa para siswa ini diperkenalkan ke dunia olahraga melalui kelas komputer yg memang disukai oleh beberapa murid disana. Mereka pun mulai berlatih setiap hari kapanpun mereka punya waktu.

1. Jadi Juara Turnamen Esport

LIGA UTAMA
BERITA VIRAL

4 Calon Biksu Ini Jadi Juara Turnamen Esport, Kisahnya Viral

LIGA UTAMA – 4 Calon Biksu Ini Jadi Juara Turnamen Esport

Biksu atau Bhiksu dari bahasa Sansekerta merupakan sebutan yg diberikan kepada seorang pria yg telah ditahbiskan dalam lingkungan biara Buddhis. Kata ini seringkali dirujukkan sebagai rohaniawan agama Buddha.

Biksu juga identik dengan pakaian dharma mereka yg biasanya berwarna oranye dengan hanya terlihat seperti kain berukuran besar. Selain itu seorang biksu yg kerap dijumpai memiliki penampilan yg sederhana dan berkepala botak.

LIGA UTAMA
4 Calon Biksu Ini Jadi Juara Turnamen Esport

Hal ini sebagai wujud orang tersebut meninggalkan hal-hal keduniawian salah satunya dengan tidak berdandan.

Meski erat dengan pola kehidupan yg meninggalkan keduniawian, baru-baru ini viral 4 calon biksu muda yg berhasil menjuarai turnamen Esport.

Kisah luar biasa yg terjadi di Thailand ini sontak menjadi viral di media sosial. Sederet foto yg memperlihatkan momen sang calon biksu menerima penghargaan di turnamen Esport itu pun menarik perhatian warganet.

1. Turnamen Esport di Kampus

Sebuah kampus di Thailand tepatnya Universitas Khon Kaen menyelenggarakan tournament Esport. Kampus yg berada di Mueang Khon Kaen District ini mengadakan tournament Esport selama tiga hari berturut-turut sejak 15 hingga 18 Agustus 2019 lalu.

Dari berbagai peserta yg mengikuti tournament game ini ada sosok yg menarik perhatian yaitu 4 calon biksu yg ikut meramaikan. Dengan penampilan khas biksu, mereka antusias mengikuti turnamen itu.

Universitas Khon Kaen memang tak hanya mengadakan kompetisi yg berbasis akademik tetapi KKU Nong Khai Fair 2019 juga mengadakan kompetisi Esports. Tim bhikkhu (biksu) adalah senior sekolah menengah yg belajar di Balee Sathit Suksa, sebuah sekolah di Thailand yg dikenal untuk mendidik para biksu muda di provinsi timur laut Thailand.

2. Dapat Dukungan dari Kepala Biksu

Dapat Dukungan dari Kepala Biksu

Sebelum mencoba mengikuti tournament Esports tersebut rupanya para calon biksu muda itu meminta izin terlebih dahulu kepada kepala biksu dari sekolah mereka.

“Para pemula ingin mencoba memasuki kompetisi, jadi kami memberi mereka kesempatan itu. Namun, kami tidak berharap mereka benar-benar menang.” kata Kokkiad Chaisamchareonlap. koordinator akademik sekaligus kepala biksu di sekolah Balee Sathit Suksa.

Menurutnya, meskipun sekolah ini didedikasikan untuk siswa biksu pemula, mereka hanya belajar agama selama 20 jam seminggu. Sisa waktu sekolah itu mereka habiskan untuk kurikulum yg lebih tradisional.

Diketahui bahwa para siswa ini diperkenalkan ke dunia olahraga melalui kelas komputer yg memang disukai oleh beberapa murid disana. Mereka pun mulai berlatih setiap hari kapanpun mereka punya waktu.

1. Jadi Juara Turnamen Esport

Jadi Juara Turnamen Esport

Ketertarikan biksu muda ini ternyata membuahkan hasil. Keempat calon biksu tersebut berhasil menjadi juara tournament Esport di Universitas Kon Kaen tersebut. Begitu berada di atas panggung untuk mengambil hadiah mereka, para biksu muda itu mendapat tatapan bingung dari para kontestan lainnya.

Penampilan para biksu dari sekolah menengah atas itu kemudian menyebar secara online, mendapat banyak reaksi positif dari masyarakat, Meski begitu, ada juga beberapa netizen yg tak menyukai kemenangan dari para biksu muda tersebut. Beberapa netizen mengatakan bahwa mereka seharusnya tak perlu menggunakan pakaian biksu untuk ikut turnamen tersebut karena seolah tak menghargai para biksu yg seharusnya meninggalkan keduniawian.

Pendapat itu ternyata ditanggapi langsung oleh kepala sekolah para biksu itu.

“Para siswa itu hanyalah anak-anak, seperti orang lain seusia mereka yg perlu tumbuh, mengembangkan keterampilan mereka dan mengeksplorasi minat mereka.” balas kepala sekolah.

Sumbwr : ligautamalounge.com

read more

Terinspirasi Dari Film Up, Pria Ini Lintasi Afrika Dengan Balon Helium

Seratus-Balon-Pesta-Berisi-Gas-Helium-Diikatkan-Pada-Kursi-Sederhana.-758×426

Siapa yang tidak mengenal film Up, Ya, Film kartun yang menceritakan petualangan seorang kakek dan seorang anak pramuka menggunakan rumah yang di terbangkan dengan balon-balon untuk mewujudkan impian sang kakek dan mendiang istrinya.

Ternyata, film ini berhasil menginspirasi seorang pria asal Bristol, Inggris. Tom Morgan (38) baru-baru ini melakukan aksi nekat terbang dengan balon gas tanpa alat pengaman.

Aksi pria ini bagaikan gambaran dari film Up! yang terkenal itu.

Hanya saja, bukan rumah yang diterbangkan oleh balon, tetapi dirinya yang duduk di sebuah kursi.

Tentu saja banyak yang menyebut aksi Tom tersebut gila.

Pasalnya, balon gas tidak terjamin keamanannya dan setiap saat bisa meletus di udara.

Apalagi saat cuaca tidak bersahabat.

Untuk melaksanakannya, Tom mengikat 100 balon berisi gas helium di kursi yang didudukinya.

Diperlukan waktu 2 hari bagi Tom untuk mengisi balon dengan gas itu.

Lalu, Tom terbang di langit di atas Johannesburg, Afrika Selatan.

Ia terbang sejauh 25,7 km dengan ketinggian 2,4 km.

Sebelum terbang di langit Johannesburg, Tom pernah mencobanya sebanyak 3 kali di Botswana.

Dan yang terakhir inilah yang terbang dengan sukses.

“Saya menemukan sebuah artikel dari tahun 1905 tentang balapan balon gas dan kami pikir itu dapat kami lakukan juga. Masalahnya adalah menemukan jendela cuaca yang bagus dan kesulitan untuk melindungi balon karena suka meletus,” cerita Tom Morgan dalam situs Mailonline.

Ia menambahkan, di langit benar-benar tenang dan pemandangannya luar biasa.

Keseluruhannya adalah keajaiban tetapi ia tidak berpikir itu akan menjadi sebuah kesuksesan komersial.

Yang membuatnya deg-degan, selama 2,5 jam penerbangan ia mendekati Bandara Johannesburg.

Tetapi bukan hanya itu saja yang menjadi perhatiannya.

“Aku tidak tahu apa yang akan membuat balon pecah atau apakah matahari yang akan membuatnya pecah. Pada ketinggian 2,4 km balon mulai melayang cepat menuju jalur penerbangan,” lanjut Tom.

Disebutkan, acara Tom terbang dengan balon digelar oleh grup Leagues of Adventurist.

Ia mendapat bantuan dari Buddy Munro dan Parajet, seorang pekerja Kester Hayne.

Disebutkan pula bahwa Tom berbicara terus tentang melakukan sesuatu dengan balon sejak beberapa tahun lalu.

Pernah ada seorang pendeta dari Afrika Selatan melakukan hal yang sama beberapa tahun lalu namun ia terbang terlalu tinggi dan tidak pernah kembali.

Keberhasilan Tom adalah ulangan dari bagian kecil film Up! Keluaran Pixar.

“Ini tidak benar-benar terinpirasi dari film Up!, ada banyak kesamaannya tetapi Tom Morgan ingin melakukan sesuatu seperti ini untuk lebih panjang lagi. Menyenangkan sekali ia berhasil mewujudkan impiannya dan ketika ia ingin turun ia tinggal memotong beberapa balon,” cerita Matt Dickens, salah seorang teman Tom.

Sekadar tahu, The League of Adventurists yang berbasis di Brisol Inggris, telah dibentuk sejak 12 tahun lalu.

Kini para anggotanya berencana mengenalkan sebuah lomba yang berbasis tandanan balon.

Sumber : tribuntravel

read more